Kepulauan Selayar,Inspirasimakassar.com:

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kepulauan Selayar, Drs Muhtar, MM

Tampak tanda-tanda Rahmat Allah SWT akan turun di Bumi Tanadoang Selayar. Hanya saja tidak semua akan memperoleh hidayah itu. Cuma orang-orang yang selalu dekat dan memiliki garis tangan untuk menjadi seorang abdi negara dan masyarakat. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Drs Muhtar, MM saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 15 Mei.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) kembali menjadwalkan akan membuka penerimaan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) tahap II untuk tahun 2019 ini. Meskipun belum ada kepastian waktu dan kuotanya tetapi sudah hampir dipastikan Selayar akan memperoleh jatah.

Selain itu, juga akan ada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun ini juga. Diperkirakan pada pertengahan tahun 2019 ini. Ini adalah salah satu upaya dan kerja keras Bupati Kepulauan Selayar, HM Basli Ali didalam mengatasi kekurangan tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memaksimalkan pelayanan prima kepada masyarakat di semua lini.” kata Muhtar.
 

     Disamping itu, Pemerintah Daerah (Pemda) pada tahun 2018 lalu telah berhasil menambah tenaga Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 245 orang. Dari 245 orang yang dinyatakan lulus 423 diantaranya sudah menerima SK pada Maret lalu dengan rincian K2 sebanyak 3 orang, tenaga guru 99 orang, tenaga kesehatan 92 orang dan tenaga teknis sejumlah 50 orang. Sisanya yang 2 orang itu sementara diajukan revisi ke Kementerian PAN dan RB di Jakarta. Tahun ini juga pengangkatan ASN melalui P3K yang jumlahnya 65 orang akan segera diterbitkan SKnya sebab sudah dinyatakan lulus.
BKPPD setempat sisa menunggu petunjuk teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta.

 Karena itu, Pemda mengimbau kepada masyarakat Selayar khususnya Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan tenaga honorer untuk tetap memperlihatkan kedisiplinannya serta dapat mempertahankan etos kerja positifnya sebagai abdi negara dan masyarakat. Termasuk pulang kantor sesuai jadwal dan aturan yang ditetapkan. Semangat kerja dan etos kerja agar dapat dipertahankan.

” Dari 3.000 lebih tenaga PTT dan pegawai honorer, terbanyak ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dinakhodai Drs Mustakim KR, M. MPd khususnya tenaga guru dan tenaga kependidikan. Menyusul Dinas Kesehatan yang ditempatkan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pustu di 11 wilayah kecamatan.” ujarnya.

Sekedar untuk diketahui bahwa jumlah PNS di Selayar hingga saat ini tercatat 3.845 orang. Namun jumlah tersebut akan terus berkurang disebabkan ada yang memasuki masa pensium, meninggal dunia, pindah tugas dan termasuk pemecatan pegawai ASN yang telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Berdasarkan data dari BKPPD Kepulauan Selayar hingga hari ini sudah 17 orang yang dipecat dari statusnya sebagai PNS karena telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan keputusan hukum tetap dari Pengadilan Tipikor Makassar. Selain itu ada juga PNS yang mendapat hukuman disiplin 2 orang dan pemberhentian dengan hormat atas permintaan sendiri sebanyak 3 orang.
  

   Terkait deadline dan batas waktu pembayaran gaji bagi tenaga honorer dan pegawai PTT p hingga akhir pekan ini tambah Muhtar, akan kembali saya ingatkan sekiranya SK perpanjangan sudah diterbitkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing agar segera membayar gaji tenaga PTT dan pegawai honorer.” kuncinya. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumyaKomoditi Kelapa Selayar Butuh Konsep 3 in 1
Berita berikutnyaKapolda Sulbar Cek Langsung Ujian Akademik T.A 2019
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here