Jumat, Maret 27, 2026
Google search engine
BerandaBerita80 Kaum Dhuafa di Kecamatan Wajo Terima Bantuan BAZNAS Makassar

80 Kaum Dhuafa di Kecamatan Wajo Terima Bantuan BAZNAS Makassar

Makassar, Inspirasimakassar,id:

Sebanyak 80 kaum dhuafa di Kecamatan Wajo menerima bantuan berkah Ramadhan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Penyerahan bantuan dilakukan Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Ashar Tamanggong, Selasa, 3 Maret 2026.

Di sela sela penyerahan bantuan yang juga dihadiri Wakil Ketua I (Ahmad Taslim) dan Sekcam (Zamhir Islami Rahman,S.Stp), AsharTamanggong mengemukakan, khusus bulan Ramadhan tahun ini, lembaga Amil itu menyiapkan anggaran Rp1.145.525.000 (satu miliar seratus empat puluh lima juta, lima ratus dua puluh lima ribu rupiah). Anggaran ini diperuntukan kepada kaum dhuafa di 15 kecamatan di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.

Menurutnya, bantuan uang tunai dari BAZNAS Kota Makassar kepada kaum dhuafa di Kota Makassar, salah satunya di Kecamatan Wajo ini menjadi benih yang ditanam dalam tanah hati—benih yang tumbuh menjadi pohon kebaikan, memberikan buah keberkahan, apalagi diberikan di saat ummat Islam menjalankan ibadah puasa.

“Keutamaan bantuan ini tidak terletak pada jumlah, melainkan pada niat yang tulus, pada keberanian menolong, dan pada keyakinan bahwa setiap rupiah yang diberikan membawa cahaya Ramadhan ke dalam kegelapan, dan membawa keberkahan,” tuturnya, seraya mengakui, Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kemampuan untuk memberi dengan ikhlas.

ATM—sapaan akrab penulis buku “Langit tak Pernah Offline—kumpulan Essai Inspiratif, dan Musafir Kehidupan ini, memngakui penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS langsung ke tangan penerima yang paling membutuhkan sangat tepat.

Di bagian lain Da’i kondang yang menyelesaikan study Doktor di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, memberikan bantuan kepada kaum dhuafa (orang yang lemah secara ekonomi/sosial) pada bulan puasa memiliki makna yang sangat mendalam, baik secara spiritual, sosial, maupun personal.

“Ramadhan adalah bulan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh ampunan dan keberkahan, Ramadhan juga menghadirkan kesempatan besar untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Dalam suasana spiritual yang mendalam, umat Muslim diajak untuk tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat hubungan dengan sesama manusia. Di sinilah kita merasakan indahnya berbagi, sebuah nilai luhur yang menjadi ruh dari ajaran Islam,” urainya.

Menjawab pertanyaan asal dana yang digunakan untuk menyalurkan bantuan kepada kaum dhufa, ATM menjelaskan berasal dari ASN muslim Pemkot Makassar, dari UPZ UPZ Masjid se Kota Makassar, dari muzakki, dan orang perorang yang menyerahkan ZIS ke BAZNAS Kota Makassar.

Sementara itu, Camat Wajo– Maharuddin,S.Sos,MM, diwakili Sekcam Zamhir Islami Rahman,S.Stp menyampaikan terima kasih kepada lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu.

“Mewakili Pak Camat, kami menghaturkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang telah menyerahkan bantuan uang tunai kepada kaum dhuafa. Tentunya, setiap kebaikan yang dilakukan BAZNAS membawa kebahagiaan tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi,” ujar Zamhir seraya menambahkan, Ramadhan mengajarkan bahwa, kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kemampuan untuk memberi dengan ikhlas. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments