Selasa, Desember 9, 2025
Google search engine
BerandaBeritaRamadhan Masih Sebulan, Harga Kurma Sudah Naik Rata-Rata Rp. 10.000/Kg

Ramadhan Masih Sebulan, Harga Kurma Sudah Naik Rata-Rata Rp. 10.000/Kg

Foto: merdeka.com
Foto: merdeka.com

INSPIRASI Jakarta  – Bulan Ramadhan 1437 Hijriah masih sebulan lagi, namun buah kurma sudah mulai diburu masyarakat. Di Pasar Tanah Abang yang selama ini jadi sentra penjualan kurma, penjual kurma dadakan mulai bermunculan, baik di toko maupun lapak pinggir jalan.

Edy, salah seorang pedagang kurma Pasar Tanah Abang mengungkapkan, saat ini harga kurma rata-rata naik Rp 10.000/kg dibanding tahun lalu. Harga tersebut bisa kembali naik saat memasuki bulan Puasa nanti.

“Harga kurma tahun ini lebih mahal dari tahun lalu, naiknya macam-macam, tapi rata-rata naik Rp 10.000/kg. Kalau pas masuk puasa mungkin bisa naik lagi,” kata Edy ditemui di tokonya, Minggu (8/5/2016).

Dia mencontohkan, kurma curah Madinah dari harga tahun lalu sebesar Rp 40.000/kg, kini dibanderol seharga Rp 50.000/kg. Kurma asal Tunisia dari Rp 60.000/kg, sebelumnya Rp 50.000/kg. Kurma Mesir dari Rp 30.000 saat ini dijual Rp 40.000/kg.

Selain kurma curahan, sambung Edy, kurma ‘elit’ juga mengalami kenaikan harga. Seperti kurma nabi atau azwa dari sebelumnya Rp 300.000/kg kini dijual seharga Rp 350.000/kg. Kemudian kurma medjool asal Amerika Serikat (AS) tahun lalu Rp 280.000/kg, saat ini Rp 300.000/kg.

“Dari importirnya sudah mahal. Kita hanya menyesuaikan saja, karena dolar mahal atau karena apa kurang tahu,” ungkapnya. (dtc)

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër
Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN PESAN

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments