Makassar, Inspirasimakassar.id:
Dalam beberapa waktu terakhir, dinamika yang terjadi di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi perhatian warga Nahdliyyin di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Selatan. Situasi ini memberi pengingat bagi kita semua mengenai pentingnya menjaga ketenangan batin, keutuhan ukhuwah, serta keluhuran adab dalam menyikapi perbedaan. NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah senantiasa bertumpu pada hikmah para ulama dan tuntunan Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjunjung nilai tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), tawassuth (moderat), dan i’tidal (keadilan).
Sehubungan dengan hal tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan himbauan sebagai berikut:
1. Mengajak seluruh jam’iyyah dan jamaah NU untuk tetap menjaga ketenteraman, memperkuat ukhuwah, serta menghindari sikap dan ucapan yang dapat menimbulkan kegaduhan dalam menyikapi dinamika internal PBNU.
2. Memohon dengan penuh hormat kepada para kiai sepuh, masyayikh, dan jajaran Mustasyar agar dengan kebijaksanaan dan keluasan ilmunya berkenan memberikan tuntunan menuju upaya ishlah demi kemaslahatan umat, keutuhan jamaah, dan terjaganya marwah Nahdlatul Ulama.
3. Mengimbau seluruh warga NU untuk berpegang pada adab dan akhlak organisasi, menjauhi prasangka buruk, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mengedepankan niat baik sebagaimana tuntunan para ulama salafus shalih.
4. Menjaga keteduhan dan kesantunan sebagaimana karakter masyarakat Sulawesi Selatan yang menjunjung tinggi nilai pangngadereng/pangngadakkang, selaras dengan prinsip kejujuran, keluhuran akhlak, dan kepedulian yang terus hidup dalam tradisi pesantren dan warga Nahdliyyin.
Demikian surat himbauan ini disampaikan sebagai ikhtiar untuk meneguhkan kembali pentingnya persatuan, ketenangan, serta adab dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, membuka pintu-pintu kebaikan, dan menjaga kita semua dalam limpahan rahmat-Nya.(rls)




