
Catatan Pelantikan ISNU Kota Makassar dan 13 Cabang ISNU se Sulsel (3)
Makassar, Inspirasimakassar.com:
Sebelum Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nadhlatul Ulama (ISNU) Dr.H.Ali Masykur Musa,M.Si, menyampaikan pokok pokok pikirannya tentang prosesi kelahiran, pengembangan, potensi, dan gagasan gagasan brilian mengisi masa depan dari insan insan yang lahir dari rahim NU ini, tampil pula Ketua Pengurus Wilayah (PW) ISNU Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN Eng dan Ketua Tanfidziyah PW NU Sulsel, KH.Hamzah Harun Al Rasyid.
Baik Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN Eng , maupun KH Hamzah Harun Al Rasyid sama sama memberi semangat kepada seluruh jajaran di ISNU Kota Makassar dan 13 Cabang ISNU Sulsel lainnya yang dilantik di Sandeq Claro Hotel, Sabtu 13 Agustus 2022.
Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN Eng misalnya mengaku, pelantikan Ketua ISNU Kota Makassar, Dr.Ir.Musdalifah A Mahmud,M.si, dan jajarannya, serta ke 13 ISNU kabupaten lainnya di Sulsel, bukan saja menarik, tetapi spesial. Karena dihadiri langsung Ketua Umum ISNU pusat, para sesepuh NU, juga berbagai lembaga otonom lingkup NU lainnya, termasuk Ketua Muslimat Sulsel, Dr.Ir. Hj Andi Majdah M Zain, Ms.i .

“Karena pelantikan ISNU kali ini sangat pesial, makanya, saya berharap, setelah pelantikan, seluruh jajaran ISNU jangan tinggal diam, tetapi bersegeralah membesarkan organisasi ini dengan sebaik baiknya,” ujar penerima Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya 20 Tahun dari presiden tahun 2013 ini.
Menurut Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, sejatinya, dengan kematangan di bidangnya masing masing, maka setiap jajaran ISNU baik di Kota Makassar, maupun di kabupaten kota lainnya di Sulsel harus berkreasi, sebagai penggambaran intelektual yang dimiliki.
“ISNU ini diisi oleh kaum intelektual. Mereka memiliki kemampuan. Mereka, punya kapasitas memimpin. Makanya, tidak heran, jika kelak kader kader ISNU menjadi pemimpin baik lokal, maupun nasional,” sebut bakal calon Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) ini.

Alasan Professor bidang Agricultural Technological Science ini, tidak terlepas pernyataan Presiden Jokowi saat musyawarah nasional ISNU di Istana negara, beberapa waktu lalu.
“Saya ingat betul pesan bapak presiden Jokowi saat itu pada Munas ISNU di istana negara. Beliau mengatakan, kalau saya cari pemimpin di negeri ini, dari badan otonom NU, maka tidak repot lagi, karena saya bisa dapatkan di ISNU,” ujar Jokowi, seperti dituturkan penulis buku “Mengabdi dan Mencerdaskan Bangsa 50, tulisan ilmiah untuk 50 tahun UNM 2011 7019 UNM itu.
Penyataan Jokowi tersebut, karena presiden dua periode itu melihat dan mengetehui persis, jika jajaran ISNU memiliki kemampuan memimpin. Sekaligus memberi, tanda betapa saat inilah zamannya ‘bintang sembilan’.
“Hanya saja, mampukah ISNU mau menangkap peluang besar ini. Mampukah ISNU menghadirkan generasi generasi maju untuk mengisi pembangunan di republik ini,” tanya alumni S1 IKIP Ujungpandang—sekarang UNM program Pendidikan Teknik Mesin (produksi) tahun 1985-1989, S2 program studi Teknologi Penanganan dan Pengolahan Hasil UGM tahun 1993-1996, dan Doktor Teknologi Ilmu Pertanian IPB tahun 2001-2005 ini.

Pria Mandar kelahiran Kanang-Polman Sulawesi Barat, 7 Juli 1966 itu kemudian meminta seluruh jajaran ISNU yang dilantik, setidaknya memperkuat dirinya dengan tiga point penting. Pertama, memiliki kecerdasan intelektual–mencakup, kemampuan menalar, hingga kemampuan merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, daya tangkap, dan terus belajar.Termasuk, kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. Kecerdasan intelektual ini sudah tidak perlu diragukan lagi, lantaran jajaran ISNU memiliki kekuatan intelekltual, karena mereka semunya sarjana.
Kedua, dari sisi ekonomi, ISNUtidak harus menguasai ekonomi keislaman, tetapi sudah melengkapi diri dengan cabang kelimuan secara meluas. Jika sudah menguasai ekonomi secara luas, maka tidak salah lagi, ISNU diberi tempat memimpin.
Dan ketiga, tetunya ada penguasaan bidang rekayasa. Artinya, dalam setiap diri ISNU tidak boleh terlepas mengetahui penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Tentunya, melalui pengetahuan, dan pengalaman praktis yang diterapkan untuk mendesain objek atau proses yang berguna.
Seperti diketahui, ke-13 ISNU cabang se Sulsel yang dilantik bersamaan dengtan ISNU Kota Makassar yakni, Maros, Barru, Parepare, Pinrang, Wajo, Sinjai, Jeneponto, Bulukumba, Selayar, Luwu Timur, Enrekang, serta Soppeng, dan Sinjai, di Sandeq, Claro Hotel, Sabtu, 13 Agustus 2022. (din pattisahusiwa-tim media ISNU Kota Makassar-bersambung)




