
Makassar, Inspirasimakassar.com:
Dukungan Walikota Makassar terhadap infak uang panaik terbukti sudah. Jumat, 6 Mei, hari ini, walikota dua periode ini menyerahkan infak uang panaik kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Infak uang paniak ke lembaga pemerintah nonstruktural yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar, Kecamatan Rappocini ini pertama di Indonesia.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong,S.Ag, M.Pd dikonfirmasi Inspirasimakassar,com mengaku, dirinya baru saja menerima infak uang panaik dari Danny Pomanto—sebutan akrab pria kelahiran Makassar, 30 Januari 1964 ini.
“Betul, saya baru saja menerima infak uang panaik dari Bapak Danny Pomanto. Infak uang panaik yang diserahkan beliau ini, di sela sela pernikahan Aura Aulia Imandara (putri sulung Danny Pomanto) dengan dr.Udin Saputra Malik,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan jumlah infak uang Panaik yang diterima, ATM—sapaan akrab Magister Pendidikan Islam, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini enggan menyebut angka pasti. “Yang jelas, jumlahnya lumayan. Bapak Walikota menyerahkan uang panaik itu 10 persen, yang seharusnya 2,5 persen,” tuturnya.
Uang panaik dari walikota Makasasr tersebut, ditambah dengan uang hasil celengan pada pelaksanaan Idul Fitri di Lapangan Karebosi, 2 Mei lalu, serta zakat Maal, dan Infak selama Ramdahan 1443 H, baik dari perorangan, termasuk dari salah seorang pengusaha beken di Makassar yang jumlahnya miliaran rupiah tersebut akan diperuntukan kepada kaum dhuafa yang benar benar berhak menerima.

“BAZNAS ini bekerja sesuai aturan, baik Undang Undang, maupun hukum Islam seperti dipersyaratkan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60, khususnya menyangkut delapan asnaf, atau delapan golongan yang berhak menerima. Seperti, fakir –mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup, dan miskin–mereka yang memiliki harta, namun tidak cukup memenuhi kebutuhan dasar hidup. Ada pula amil–mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, mu’allaf–mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
Termasuk, hamba sahaya–budak yang ingin memerdekakan dirinya, gharimin mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya,serta fisabilillah–mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya, dan ibnu sabil–mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.
Di bagian lain ATM menyebutkan, Infak uang Panaik yang diterima baru pertama kali di Indonesia. “Makanya, BAZNAS Makassar atas dukungan besar Bapak Walikota akan menjadi percontohan daerah lain,” tambahnya.

Menyangkut Infak Uang Panaik, belum lama ini, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengemukakan, kalau mau berakad, maka akad itu harus diikat dengan kebaikan kebaikan, terutama kepada kaum dhuafa. Dan, satu satunya lembaga paling kredibel mengurus kaum dhuafa adalah BAZNAS.
Seperti diketahui, prestasi ini paleing mentereng dari komisioner BAZNAS 2021-20226 yang terdiri dari H.Ashar Tamanggong (ketua) Ahmad Taslim (Wakil Ketua I), H.Jurlan Em Saho’as (Wakil Ketua II), dan Waspada Santing (Wakil Ketua III), dan seluruh unsur pelaksana dibawahnya, memiliki kemampuan mengelola zakat secara profesional, kredibel, dan amanah. Ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari Walikota Makassar, lembaga terkait, para pembina, dan tentunya para Muzakki di ibukota Sulawesi Selatan ini.
Di sela sela pertemuan terbatas BAZNAS Kota Makassar dengan Walikota Makassar, di kediaman walikota, Jalan Amirullah, Rabu, 12 Januari 2022 yang juga dihadiri Kabag Kesra Kota Makassar, Muh Syarif, dan Pembina BAZNAS Makassar, Prof. Ahmad Sewang itu juga membahas berbagai program yang telah, dan akan dilakukan tahun 2022.
Saat itu, Danny Pomanto mengemukakan, BAZNAS adalah lembaga legal. Badan ini, benar benar berada di tengah tengah masyarakat yang membutuhkan. Malah, dalam berbagai momen dan peristiwa, tim BAZNAS Kota Makassar malah paling cepat membantu. Sebut saja kebakaran, atau musibah lainnya.
Danny terus membumikan gerakan zakat di berbagai elemen. Paling tidak, BAZNAS juga menginisiasi zakat dari pernikahan. Dimana, setiap pernikahan dari kalangan muslim, harus berzakat. Istilah terennya adalah zakat uang panaik.
Perhatiannya kepada gerakan zakat, tidak lain karena dirinya mengetahui persis keutamaan berzakat. Dalam sejarah peradaban islam misalnya, zakat merupakan salah satu rukun Islam, sekaligus mampu mengentaskan kemiskinan. Prestasi paling gemilang terjadi pada masa periode Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang hanya memimpin selama kurang lebih 2 tahun 5 bulan.
Seluruh saat itu masyarakat sangat makmur. Bahkan saking makmurnya, sudah tidak ada satupun dari mereka yang menjadi mustahik (penerima zakat), sehingga alokasi dana zakat yang tersedia disalurkan ke negara lain.
Keutamaan tersebut, menjadikan walikota yang juga arsitek ternama itu berketetapan hati menjadikan BAZNAS berada di garda terdepan mengurus masalah perzakatan. Karena itu, Danny mengharapkan, seluruh jajaran ASN dan non ASN di jajaran Pemerintah Kota Makassar berzakat setiap bulan di BAZNAS. Begitu pula, masyarakat muslim membiasakan zakat subuh.
“Saya kira kalau orang yang betul betul paham agama, tentunya selalu berzakat. Hanya saja, memang perlu adanya sosialisasi. Apalagi, zakat itu juga dapat mencegah kejahatan. Dan, yang lebih penting, dnegan zakat maka masyarakat akan memperoleh perlindungan dariAllah, ekonomi ummat semakin membaik dan kuat. Bahkan ummat akan ada ketahanan dan ketangguhan menghadapi begitu banyak masalah di kemudian hari,” urai Danny, seraya menambahkan, BAZANAS makasar juga menggandeng para RT dan RW, seraya menambahkan, jika seseorang berkeinginan mendapatkan banyak rezeki, maka setidaknya usai shalat subuh dapat menyisihkan sebagian rezekinya, sekalipun hanya satu rupiah.

Danny meminta BAZNAS Kota Makassar untuk terus membumikan keutamaan berzakat. Paling tidak, berjuang menanamkan budaya berzakat untuk seluruh ummat Islam. Tidak lain karena, budaya berzakat itu banyak manfaat yang bisa dipetik. Mulai dari perlindungan dari Allah, ekonomi ummat menjadi kuat, dan Insya Allah ummat mempunyai ketahanan dan ketangguhan menghadapi masalah di kemudian hari. Islam yang rahmatan lil alamin. (din pattisahusiwa)




