Senin, Januari 5, 2026
Google search engine
BerandaBeritaOngkos Angkut BBM ke Papua: Mulai dari Rp 4.000/Liter-Rp 29.000/Liter

Ongkos Angkut BBM ke Papua: Mulai dari Rp 4.000/Liter-Rp 29.000/Liter

Foto: Rachman Haryanto/dtc
Foto: Rachman Haryanto/dtc

Jakarta -Buruknya infrastruktur dan kondisi geografis yang berat membuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Papua sangat sulit. PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa biaya angkut BBM ke Papua bisa mencapai Rp 29.000/liter, jauh lebih mahal dibanding harga BBM itu sendiri.

“Ongkos angkut yang ditanggung Pertamina di Papua, rata-rata pegunungan, misalnya Jayawijaya Rp 8.500/liter, Kabupaten Pegunungan Bintang bisa Rp 29.000/liter, bayangin itu,” tutur Wianda dalam diskusi di Restoran Bebek Bengil, Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Menurut perhitungan Pertamina, biaya transportasi BBM ke Kabupaten Jayawijaya Rp 8.500/liter, Kabupaten Lanny Jaya Rp 11.500/liter, Kabupaten Pegunungan Bintang Rp 29.000/liter, Kabupaten Puncak Jaya Rp 29.000/liter, Kabupaten Yahukimo Rp 4.704/liter, Kabupaten Asmat Rp 4.040/liter, Kabupaten Boven Digul Rp 3.760/liter, dan Kabupaten Mappi Rp 4.980/liter.

Dia menjelaskan, BBM untuk provinsi Papua dan Papua Barat berasal dari kilang Balikpapan, kemudian diangkut menggunakan kapal ke terminal BBM Wayame. Dari Wayame kemudian disalurkan ke berbagai lokasi di Papua menggunakan berbagai moda transportasi.

Medan yang berat dan infastruktur yang kurang membuat Pertamina harus menggunakan berbagai moda transportasi untuk menyalurkan BBM di Papua, mulai dari mobil tangki, kapal tongkang, truk, hingga pesawat.

“Kita punya tantangan yang sangat besar untuk distribusi BBM ke Papua dan Papua Barat. Ada wilayah yang tidak bisa ditempuh melalui jalur darat maupun perairan, sehingga kita pakai pesawat,” dia menjelaskan.

Meski demikian, Wianda menambahkan, Pertamina tetap berkewajiban menjual BBM di Papua dengan harga yang sama dengan di seluruh Indonesia, yaitu Rp 6.450/liter untuk premium dan Rp 5.150/liter untuk solar.

“Jadi ini gambaran ongkos distribusi kalau ingin mencukupkan BBM di kawasan Papua. Permasalahannya kita tahu, masalah fasilitas supply, masalah lokasinya jauh dari Balikpapan, butuh beberpa kali pembongkaran, butuh kapal, kemudian ketahanan stok yang tidak ada storge, ini rentan. Akan timbul kekurangan BBM jika cuaca buruk,” pungkasnya. (dtc)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments