
Maros, Inspirasimakassar.com:
Kelahiran anak pertama merupakan pengalaman yang paling berkesan dan sangat dinantikan oleh pasangan suami istri. Namun momen indah tersebut menjadi suatu kekhawatiran apabila terjadi kondisi yang tidak diprediksi dimana sang ibu harus menjalani operasi sesar pada saat persalinannya.
Hariyani (23) ibu muda warga Kecamatan Tanralili ini menceritakan pengalamannya pada saat melahirkan menggunakan kartu JKN–KISkelas III miliknya, saat diwawancarai oleh tim Jamkesnews, Jumat (25/02). Dia pun mengemukakan bahwa dirinya sudah merasakan besarnya manfaat dari program JKN–KIS inisewaktu melahirkan dan harus menjalani operasi sesar.
Awalnya Yani sapaan akrabnya, belum menjadi peserta pada saat awal pemeriksaan kehamilannya di klinik, informasi terkait BPJS Kesehatan direkomendasikan oleh dokter dan perawat di klinik tempatnya berobat dan kontrol kehamilan. Sehingga Yani mendaftarkan dirinya segera untuk menjadi peserta JKN-KIS agar dapat digunakan berobat rutin dan persiapan persalinan nantinya.
“Alhamdulillah saya begitu disarankan oleh dokter di klinik menjadi peserta BPJS Kesehatan jauh hari sebelum melahirkan, langsung menyiapkan berkas dan daftar menjadi peserta. Proses pendaftarannya sangat mudah tidak perlu kekantor BPJS Kesehatan cukup mengirimkan berkas dengan chat di whatsapp, dan langsung ada nomor pembayaran yang dikirimkan oleh petugas Pandawa,” jelasnya.
Pelayanan administrasi melalui Whatsapp Pandawa, merupakan kanal layanan peserta yang disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk memberikan kemudahan bagi peserta. Tujuan lain kanal ini adalah menurunkan intensitas peserta untuk datang ke kantor secara langsung, sebagai langkah mendukung pemerintah dalam menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang terbukti telah menuai hasil yang positif.
Kemudahan akses layanan non tatap muka Pandawa akan sangat membantu peserta yang sibuk bekerja atau mungkin enggan keluar rumah di tengah pandemi, tapi tetap mendapatkan pelayanan seperti tatap muka di kantor BPJS Kesehatan.
“Ternyata benar tiba-tiba malam sekitar jam 12.05 Wita saya merasakan kontraksi namun sesampainya di UGD Rumah Sakit Cahaya Medika pembukaannya belum lengkap dan air ketuban sudah pecah hampir habis, jadi dokter langsung mengambil persetujuan tindakan operasi sesar dari keluarga. Semuanya gratis, selama empat hari saya dirawat pelayanannya sangat bagus tidak ada yang dibayarkan sampai keluar dari rumah sakit, bayinya juga ditanggung ternyata, padahal yang menjadi peserta itu baru saya ibunya.” kenang Yani.
Yani menambahkan dirinya terkejut mengetahui tarif pelayan umum di rumah sakit apabila menjalani operasi sesar itu mencapai dua puluh juta rupiah, angka yang lumayan fantastis untuk dirinya dan suami yang hanya pekerja lepas saja.
“Saya bersyukur sekali sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sebelum waktu persalinan tiba, apa jadinya kalau belum dan mendadak melahirkan ternyata harus operasi. Padahal dengan membayar iuran kelas III saja sudah ditanggung pelayanan sampai puluhan juta. Semoga BPJS Kesehatan dapat terus ada untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.” tutup Yani. (Tiara)




