
Makassar, Inspirasimakassar,com:
Kondisi finansial yang kurang menjadi kendala besar apabila seseorang mengalami sakit dan tidak dapat memperoleh pelayanan kesehatan serta pengobatan yang memadai difasilitas kesehatan.
Demikian halnya yang dialami oleh Erna (39),ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak ini dan suami yang bekerja sebagai buruh harian, merupakanwarga Kecamatan Biringkanaya ini sangat antusias menceritakan pengalamannya dapat menjadi peserta JKN-KIS dari segmen PBI. Ketika ditemui oleh tim jamkesnews ditengah antrian pelayanan peserta,Jumat, (25/02).
“Saya dan suami tidak punya penghasilan tetap, apalagi dengan tiga orang anak yang bisa kapan saja sakit dengan kondisi seperti sekarang ini lagi pandemi. Apa jadinya kalau saya tidak dibantu oleh pemerintah dapat jaminan kesehatan gratis kartu JKN-KIS.” kenang Erna.
Erna menuturkan dirinya beserta anak dan suami kerap kali berobat menggunakan kartu JKN-KIS miliknya ke fasilitas kesehatan tingkat peserta karena gangguang kesehatan yang di idapnya, “Namanya sakit ada-ada saja muncul berpindah-pindah, nanti dari bapaknya dulu yang batuk terus anaknya yang kecil, pindai lagi kakaknya sampai saya juga kena batuk flu semua serumah jadinya bolak-balik periksa berobat ke dokter dipuskesmas karena sakit”.
Kesehatan merupakan kebutuhan hidup yang pokok, bukan sekunder ataupun tersier, karena seluruh aktivitas akan terganggu apabila kesehatan tidak menunjang. Untuk itu pemerintah sadar betul dengan kondisi masyarakatnya yang kurang mampu dan membutuhkan pelayanan kesehatan gratis maka BPJS Kesehatan hadir dengan beragam solusi mendukung program pemerintah dalam upaya menyehatkan masyarakat lewat JKN-KIS.
“Di puskesmas langsung dilayani tidak perlu mengantri lama hanya serahkan kartu kepetugas loket dan langsung dipanggil masuk keruangan dokter untuk diperiksa, resep yang dituliskan dokter dibawa keloket obat dan tidak berapa lama obatnya sudah bisa diambil, tidak ada yang dibayarkan semuanya dijamin tidak ada kendala sedikitpun,” ungkapnya.
“terbantu sekali dengan JKN-KIS sampai saya tidak bisa lagi berkata-kata, harapannya semoga BPJS Kesehatan dapat selalu hadir meberikan pelayanan Kesehatan terbaiknya bagi masyarakat yang kurang mampu seperti yang saya rasakan selama ini,” tutup Erna. (Ti)




