Selasa, Januari 13, 2026
Google search engine
BerandaBeritaBEROBAT BRONKITIS DENGAN KARTU DIGITAL JKN-KIS, ZULVYATI : TIDAK PAKE RIBET

BEROBAT BRONKITIS DENGAN KARTU DIGITAL JKN-KIS, ZULVYATI : TIDAK PAKE RIBET


Zulvyati Hantik

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Bronkitis adalah peradangan atau iritasi yang terjadi pada saluran bronkus, yaitu pipa yang berfungsi sebagai penyalur udara dari bagian tenggorokan menuju ke organ paru-paru. Masalah kesehatan ini bias terjadi dalam beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan. 

Hal itu juga dirasakan oleh Zulvyati Hantik (32) wanita lajang yang sering disapa dengan panggilan Upik ini merupakan warga Kecamatan Makassar, yang merupakanpeserta JKN-KIS dari segmen PBPU Kelas III. Upik begitu antusias bercerita tentang pengobatan bronkitisnya menggunakan JKN-KIS,Jumat (25/02).

“Saya dari kecil memang sering mengalami asma, tapi sejak kuliah malah gejala asmanya makin sering kambuh dan dengan batuk yang lama sembuhnya. Akhirnya saya dibawa orang tua berobat ke klinik, tapi setelah seminggu minum obat tidak ada perubahan. Akhirnya pada saat obat habis saya kembali berobat ke klinik dengan sakit yang sama, dokter waktu itu memberikan saya rujukan ke balai pengobatan paru-paru agar mendapatkan pemeriksaan yang lebih intensif lagi,” tuturnya.

Bronkitis umumnya diawali dengan batuk, terkadang diikuti dengan lendir atau dahak sebagai dampak dari peradangan pada bagian dinding bronkus. Bronkitis yang tidak ditangani akan memburuk dan bias meningkatkan risiko terserang pneumonia dengan gejala penyerta yang memberatkan kondisi penderita, seperti demam, nyeri pada dada, hingga kesadaran menurun bahkan kematian.

“Sesampainya di balai paru saya melaporkan rujukan dari klinik ke bagian administrasi dan mendapatkan nomor antrian untuk pemeriksaan dokter spesialis. Dokter menyarankan serangkaian test pada laboratorium dengan pengambilan darah hingga foto thorax. Hasilnya dapat diambil pada besok harinya, tapi dokter tetap meresepkan obat bekal untuk dikonsumsi sampai hasil pemeriksaan laboratoriumnya keluar,” lanjut Upik.

“Jadi dalam seminggu itu saya dua kali bolak balik rumah sakit balai paru. Begitu hasil laboratorium keluar, dokter menyatakan saya terkena bronkitis dan akan menjalani pengobatan rutin dengan mengkonsumsi beberapa jenis obat ke depannya hingga sembuh kembali. Seluruhnya mudah tidak ada yang dipersulit baik saat mengambil rujukan di klinik atau di rumah sakit. Dengan menjadi peserta kelas III BPJS Kesehatan saya merasa kualitas pelayanannya lebih bagus dari yang saya bayangkan, yang pentingnya lagi semuanya dijamin tidak ada yang berbayar.” Tegas Upik.

Upik begitu puas dengan pelayanan JKN-KIS yang diperolehnya, “BPJS Kesehatan mengayomi masyarakat dengan kualitas pelayanan kesehatan yang luar biasa,” tutup Upik. (Ti)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments