Makassar, Inspirasimakassar, id:
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) mulai tahun ajaran 2025/2026, menggunakan empat jalur penerimaan utama, yaitu domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi, dengan tujuan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel dibandingkan sistem sebelumnya. Misalnya di Makassar.
Sekalipun SPMB 2025 telah diterapkan, namun dalam perjalanannya, menuai banyak keluhan dari masyarakat yang dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, pada Rabu, 9 Juli 2025 menegaskan komitmen terus mengawal pelaksanaan SPMB 2025 agar transparan dan adil.
Ari Ashari mengemukakan, transparansi dalam pelaksanaan SPMB sangat penting untuk menjamin kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan di Kota Makassar. Pihaknya juga menerima cukup banyak aduan dari masyarakat soal pelaksanaan SPMB, khususnya soal transparansi sistem di sekolah-sekolah.
Ketua Fraksi NasDem ini melihat, pascamenerima aduan, pihaknya langsung turun ke lapangan, salah satunya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Percontohan PAM Kota Makassar. “Hanya saja, kepala sekolahnya sedang mengikuti pelatihan, sehingga kami belum mendapat keterangan dan data lengkap. Ini tentu menjadi perhatian kami,” urainya.
Legislator dua periode itu melihat, proses penerimaan siswa baru tingkat SD saat ini telah melewati beberapa jalur, seperti jalur domisili, afirmasi, dan mutasi. Namun, DPRD tetap meminta data resmi sebagai bahan evaluasi guna memastikan, seluruh proses dilaksanakan sesuai dengan asas keadilan dan keterbukaan.
Pihaknya juga melakukan pemantauan pada pelaksanaan jalur non-domisili tingkat SMP yang masih berlangsung hingga Sabtu mendatang. Komisi D DPRD Makassar akan terjun ke beberapa sekolah untuk memastikan penerapan SPMB berjalan sesuai harapan masyarakat.
Tak hanya soal transparansi, Ari juga menyoroti persoalan keterbatasan daya tampung di sejumlah sekolah negeri yang kerap menjadi kendala tahunan dalam penerimaan siswa baru. Ia mendorong Pemerintah Kota Makassar untuk segera mencari solusi agar semua anak tetap bisa melanjutkan pendidikan. (titi)




