
Makassar, Inspirasimakassar.Id: Korban kebiadaban Israel di Palestina terus bertambah setiap hari. Hingga 7 November 2023 lalu, mencapai 10.022 jiwa terbunuh, 22.408 jiwa luka-luka. 70% korban adalah anak-anak tak berdosa, para perempuan dan lansia yang tak berdaya.
Anak-anak dan perempuan terus menjadi sasaran bom agar tak ada lagi generasi penerus di negara yang dideklarasikan kemerdekaannya pada 15 November 1988 di Aljir oleh Dewan Nasional Palestina dan Organisasi Pembebasan Palestina tersebut.
Saat ini sudah tak ada tempat yang aman untuk berlindung, tak ada air bersih untuk diminum, tak ada makanan yang membuat kenyang. Masyarakat Gaza bergantung dengan air tanah yang payau, padahal air payau sangat membahayakan kesehatan dan kebersihan.
Kebiadaban negara Yahudi tersebut menyentuh seluruh ummat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia, khususnya di Makassar. Termasuk dari berbagai lembaga lembaga ke-Islaman, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.
Lembaga amil beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5, Rappocini Makassar ini pun belakangan ini melakukan donasi untuk negara berlagu kebangsaan ‘Revolusiku’ tersebut. Tahap I sudah terkirim Rp100 juta pada 8 November, dan tahap II Rp200 juta pada 14 November 2023. Tahap III sementara dilakukan penggalangan.

Emas dari Hj.Suryati
“Target BAZNAS Makassar, Rp1 miliar akan dikirim ke Palestina. Tentunya, kami akan terus melakukan penggalangan dari warga muslim, sekolah sekolah, masjid masjid, perorangan, dan lembaga lembaga sosial lainnya di Kota Makassar ini. Dan, salah satu yang menarik karena apa yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar mendapat respon positif dari Walikota Makassar, Bapak Danny (sapaan akrab Moh.Ramdhan Pomanto),” tutur Ketua BAZNAS Kota Makassar , HM.Ashar Tamanggong, di sela sela penggalangan donasi untuk Palestina di Masjid Jami Nurul Hidayat, Jalan Perintis Kemerdekaan (Daya), Kamis, 16 November 2023.
HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, malam donasi bertajuk “Membasuh Luka Palestina” itu dirinya tersentuh tak kalah salah seorang jamaah masjid bernama Hj.Suryati yang tiba tiba mendonasikan emas batangan antam seberat 5 gram.
“Tentunya donasi emas batangan ini diluar dugaan kami. Sangat luar biasa, kaum perempuan di Kota Makassar ini yang relah mendonasikan emas. Kesemuanya ini demi ummat dan keummatan,” tutur ATM—sapaan akrabnya, seraya menambahkan jumlah donasi yang terkumpul sebanyak Rp50 juta..
Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as. Jurnalis ini mengakui, Palestina membutuhkan uluran tangan kaum muslimin di seluruh dunia.
“Sebenarnya, kekejaman yang terjadi di Palestina telah melanggar nilai nilai kemanusiaan. Dan, kita kaum muslimin tidak perlu ke sana membantu saudara saudara kita di sana, tetapi kita membantu dengan doa, dan dana untuk meringankan penderitaan mereka,” tutupnya.
Malam donasi ‘Membasuh Luka Palestina’ malam tadi selain disesaki jamaah masjid Jami Masjid Jami Nurul Hidayat juga dihadiri Walikota Makassar diwakili Kabag Kesra Muh.Syarif, Kandepag Makassar, Pengurus Cabang NU Kota Makassar, Masyarakat Cinta Masjid Indonesia Sulsel, Pimpinan Daerah Al Khidmah Makassar, Yayasan Massikola, Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al Qur’an, Forum Kemanusiaan Kota Makassar, Relawan Milenial Makassar dan Takmir Masjid Jami’ Nurul Hidayat Makassar, dan lainnya.
Acara dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah dilanjutkan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Majelis Dzikir Al Khidmah Makassar, ditutup dengan doa oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan anregurutta Prof. H. Najamuddin Abduh Safa. (din pattisahusiwa-tim media baznas makassar)




