
Makassar, Inspirasimakassar.Id: Kehadiran kereta api dalam dunia tranportasi darat membuat sebuah kota terus berkembang dan berkemajuan. Salah satu negara yang mengembangkan sistim perkereta-apian dan menjadi rujukan, sekaligus menjadi contoh kemajuan kereta cepat itu adalah Australia.
Setelah dibukanya jalur kereta api Makassar–Parepare, dengan panjang rel yang dilewati sepanjang kurang lebih 145 kilometer. Proses peletakan batu pertama pembangunan kereta api lintas Makassar–Parepare dilaksanakan pada Senin, 18 Agustus 2014 di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.
Untuk lebih memperdalam pengetahuan perkeretapian di Kota Daeng ini, mulai 23 Oktober hingga 3 November 2023, Kepala Bappeda Kota Makassar, Helmy Budiman, dan Kabid Infrastruktur serta Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Makassar, A. Irwan Andanawijaya, ‘belajar’ di sana.
Di negara Kanguru tersebut, Helmy Budiman dan kawan kawan pun bergabung dalam Program Australia Awards Fellowships “Integrating research findings into policy and program decision-making: Makassar-Parepare railway line” di Melbourne, Australia.
Tujuan kunjungan ini untuk mendnegar berbagai penjelasan dari para ahli di bidanya masing masing. Mereka dipandu A/Prof. Doloi dan Associate Fellow #AICPAIR Dr. Imam Muthohar dari UGM.
Semua ini adalah bagian dari upaya yang sangat penting untuk mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam kebijakan dan pengambilan keputusan program, terutama terkait dengan jalur kereta api Makassar-Parepare. Para peserta diharapkan akan membawa kembali pengetahuan berharga ini untuk mendukung pembangunan wilayah yang lebih baik di Indonesia.
Rombongan tak sekadar mendengarkan presentasi dari Prof. Ravi Ravitharan di Monash Clayton tentang jaringan kereta di seluruh dunia, melainkan belajar tentang kebijakan dan kerja sama selama kunjungan ke Universitas Melbourne.
Helmy Budiman dan rombongan juga menjelajahi sistem kereta dan trem di Melbourne untuk memahami bagaimana interkoneksi bekerja dalam sebuah kota besar. Dibimbing oleh A/Prof. Hemanta Doloi dan Emma Eldridge dari Melbourne School of Design, tur tersebut termasuk kunjungan study ke Gedung Glyn Davis, sebuah laboratorium skala besar untuk pendidikan dan penelitian di bidang lingkungan binaan. (ozan-r)




