Selasa, Januari 13, 2026
Google search engine
BerandaBeritaLumpuh, DWP Kemenag Sulsel Prihatin Pensiunan Kemenag Gowa

Lumpuh, DWP Kemenag Sulsel Prihatin Pensiunan Kemenag Gowa

Rombongan DPW Kanwil Kementerian Agama Sulsel

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Abdullah Ahmad, kakek renta pensiunan Kantor Kementerian Agama Kab. Gowa ini terlihat ringkih, saat dikunjungi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa 30 Agustus 2022.

Sungguh miris menyaksikan derita yang menimpa pensiunan dengan pangkat / golongan terakhir 1d ini. Untuk menemuinya di tempat tidurnya, saja tidaklah mudah. Pengunjung mesti membungkukkan badan, agar dapat melewati pintu masuk yang  cukup sempit untuk ukuran orang dewasa.

Mendengar suara Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulsel Heni Suwardani Khaeroni yang menyapanya, Abdullah Ahmad bergegas bangkit mencari sumber suara tersebut. Dia yang tengah terbaring lemah di bilik sempit nan pengap di bawah kolong rumah reot itu, terlihat sangat senang menatap Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulsel duduk jongkok tepat di hadapannya.

“Assalamu alaikum. Bagaimana kabar.  Bapak sehat. Bapak dulu kerjanya di mana,” tanya Heni Suwardani.

“Iye. Saya pensiunan di Depag Gowa. Sakitka kodong. Tidak bisama jalan,” jawab Abdullah Ahmad yang saat itu didampingi anak semata wayang, Aris Budi.

Selain lumpuh, pria kelahiran Makassar 23 Mei 1955 ini juga menderita TB, hingga kadang muntah darah, sehingga membutuhkan perawatan khusus. Sementara anak yang berprofesi sebagai tukang ojek online (ojol) kesulitan membagi waktunya merawat orang tuanya.

“Orang-orang bilang, saya tidak mau merawat orang tuaku. Anak mana yang tega menelantarkan orang tuanya yang sudah lanjut usia. Kita lihat sendirimi kasian kondisiku. Saya juga orang tidak mampu kodong. Saya cuma pangojek,” ucap Aris Budi menaggapi komentar warga yang menilainya telah menelantarkan orang tuanya.

Untuk diketahui, Abdullah Ahmad selama sehatnya tidak tinggal seatap dengan almarhumah istrinya dan anak tunggalnya. Ia berpindah-pindah tempat tinggal bertahun-tahun lamanya, hingga Lurah Banta-Bantaeng, Ady Mulyadi Jacub menemukannya dalam kondisi lemah dan membawanya ke Rumah Sakit Daya untuk menjalani perawatan.


Abdullah Ahmad

“Atas laporan warga, saya kemudian membawa pak Abdullah ke rumah sakit Daya. Awalnya kami tidak tahu kalau beliau warga Banta-Bantaeng karena memang beliau tidak pernah tinggal disini. Kami juga tidak tahu kalau ada anaknya disini,” tutur Lurah Ady Mulyadi yang turut hadir mendampingi kunjungan Ketua DWP Kemenag Sulsel.

Untuk membawa kakek Abdullah Ahmad ke rumah anaknya, Lurah Ady Mulyadi menuturkan bahwa Dinas Sosial Kota Makassar yang melakukannya dibantu Polsek Rappocini.


Ady Mulyadi yang alumni Fisip Unhas ini juga menyatakan, akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Makassar agar rumah yang didiami Abdullah Ahmad ini bisa diikutkan dalam program bedah rumah.

Sementara itu, Ketua DWP Kemenag Sulsel berharap Pemkot Makassar melalui Dinas Kesehatan dapat memfasilitasi pengobatan Abdullah Ahmad lebih lanjut.

“Tidak boleh dibiarkan begini, apalagi penyakitnya adalah TB. Ini penyakit menular yang mesti mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Kasihan kalau menularkan ke anaknya yang merawatnya, sementara ia adalah tulang punggung satu-satunya di keluarga ini”, ujar Heni Suwardani.

Dalam kunjungan ini, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulsel hadir didampingi sejumlah pengurus, diantaranya Ny. Saidah HS. Ali Yafid dan Ny. Hilda Halida Ikbal Ismail serta beberapa pengurus dan anggota lainnya.

Selain itu, pada kunjungan ini hadir pula Ketua DWP Kemenag Gowa Nurkaya Aminuddin bersama rombongan, serta sejumlah pengurus dan anggota DWP Kemenag Kota Makassar yang dimotori Nurlina Tonang.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap pensiunan Kemenag Gowa tersebut, DWP Kanwil Kemenag Sulsel, Makassar dan Gowa menyerahkan bantuan berupa sembako dan diapers, serta sejumlah uang tunai yang diterima langsung oleh putra dari Abdullah Ahmad. (AB)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments