Selasa, Januari 13, 2026
Google search engine
BerandaBeritaBAZNAS Sulawesi Selatan Akui BAZNAS Jawa Barat Gudangnya Pengumpulan ZIS

BAZNAS Sulawesi Selatan Akui BAZNAS Jawa Barat Gudangnya Pengumpulan ZIS

Penyerahan cenderamata BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan ke Ketua BAZNAS Jawa Barat

Jakarta, Inspirasimakassar.com:  

Empat Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, masing masing Dr.dr.Muhammad Khidri Alwi (ketua), H.M Irfan Sanusi (Wakil Ketua I), Kamaruddin (Wakil Ketua III), dan Abdul Aziz Bennu (Wakil Ketua IV), bersama staf Bidang II menggelar silaturahmi dengan komisioner BAZNAS Jawa Barat dan BAZNAS Banten, Selasa, 23 Agustus, hari ini.

Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS  Provinsi Sulawesi Selatan, H.M.Irfan Sanusi dikonfirmasi Inspirasimakassar, com mengaku, maksud kunjungan silaturahim tersebut untuk menggali kiat sukses ber-BAZNAS di kedua provinsi tersebut.

“Di BAZNAS Banten, kami diterima selama dua jam. Sedangkan di BAZNAS Jawa Barat selama empat jam. Kami memang lama di BAZNAS Jawa Barat, karena kami mau mengetahui persis BAZNAS di sini, merupakan gudangnya ilmu pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS),” ujar M.Irfan Sanusi.

Sulung dari pasangan Al-Mukarram AG.KH.Dr.Muh Sanusi Baco,B.A, LC,MA atau yang dikenal dengan Anregurutta Sanusi Baco—ulama kharismatik Sulawesi Selatan dengan Dra. Hj. Aminah Adam Sanusi ​ (keduanya Alm) ini, di kedua BAZNAS tersebut, Dr.H.Kidri Alwi menjelaskan, kunjungan itu juga dirangkaikan dengan kegiatan Rapat Koordinasi nasional (Rakornas) yang diikuti 32 provinsi yang akan digelar Rabu, 24 Agustus besok. Rakornas sendiri direncanakan dibuka Wakil Presiden, KH.Ma’ruf Amin.

“Di kedua BAZNAS provinsi itu, Bapak ketua menguraikan perkembangan dan program program unggulan BAZNAS Sulawesi Selatan. Termasuk, kerjasama dengan berbagai lembaga dan elemen masyarakat, baik muzakki, maupun mustahik. Termasuk menjelaskan berbagai sosialisasi BAZNAS sebagai badan amill terpercaya. Hal lainnya adalah, kemitraan dengan BAZNAS kota, maupun kabupaten se Sulawesi Selatan,” tuturnya, seraya menambahkan,  berbagai masukan baik dari BAZNAS Jawa Barat, maupun Banten nantinya akan dikemas kembali, kemudian dicari jalan keluarnya untuk kemajuan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan.

Di hadapan komisioner BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua BAZNAS  Jawa Barat, Drs.H. Anang Jauharudin M.M.Pd menjelaskan berbagai kemajuan dan cikal bakal kelahiran BAZNAS di provinsi yang kini dipimpin gubernur Kang Emil tersebut.

Waka III BAZNAS Jawa Barat serahkan Cenderamata ke Ketua BAZNAS Sulsel

Sebelum bernama BAZNAS, pada tahun 1998 bernama BAZIS dipimpin  H. Nuryana. Pengelolaannya dibawah Biro Yansos Pemprov Jawa Barat. Agar lebih Independen maka pengelolaannya dilimpahkan kepada ummat Islam melalui ormas Islam. Ormas Islam ini kemudian menggelar rakerda di Islamic Centre Pusdai  untuk membahas  pegelolaan BAZIS, kemudian terbentuklah kepengurusan dan terpilih sebagai Ketua Umumnya Bapak Prof. H. Taufiqulloh.

Dari BAZIS kemudian bertransformasi menjadi BAZ Provinsi Jawa Barat atau BAZDA. Pada tahun 2004 terjadi pergantian pengurus, dan terpilih sebagai ketua umumnya H.M. Suryani Ichsan. Saat itu, diterbitkan kebijakan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) di luar gaji. Saat itu, diintruksikan agar setiap PNS menyisihkan dari TPP sebesar 2,5% untuk zakat dengan cara dipotong langsung setiap bulan.

 Pada akhir tahun 2014, Gubernur mengintruksikan agar BAZ Provinsi Jawa Barat atau BAZNDA menyesuaikan dengan UU. No. 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, setelah diterbitkannya PP. No.14 Tahun 2014. Setelah terbitnya PP. tersebut, maka disusul dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 118 tahun 2014 tentang Pembentukan Badan Amil Zakat Nasional  Provinsi, maka BAZ Provinsi Jawa Barat atau BAZDA secara kelembagaan diubah menjadi BAZNAS Provinsi Jawa Barat, hingga saat ini.

Sementara itu, potensi zakat di Jawa Barat sekitar Rp30 triliun. Apabila hal itu dapat diwujudkan, maka akan sangat membantu Pemda Jawa barat dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Seperti diketahui,  para komisioner BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan periode 2022-2027 dilantik oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman pada Jumat, 1 Juli 2022. Mereka masing masing, Dr.dr.Muhammad Khidri Alwi (ketua), M Irfan Sanusi (waka I), Muhammad Ishaq Shamad (waka II), Kamaruddin (waka III), dan Abdul Aziz Bennu (waka IV).

Di sela sela pelantikan, Andi Sudirman mengingatkan  para komisioner menjalankan tugas secara transparan, akuntabel dan bertanggung jawab terhadap penerima manfaat. Tujuannya agar, lembaga pemerintah non struktural level provinsi ini mendapat kepercayaan masyarakat terutama sebagai penyalur zakat bagi masyarakat kurang mampu dan fakir miskin.

“Seharusnya Baznas mendapat kepercayaan masyarakat, membangun kepercayaan untuk menjadi penyalur zakat bagi penerima manfaat. Kami akan terus mendorong agar lahir sistem yang transparansi, akuntabilitas pelaporan, serta penerima manfaat dapat dilakukan secara bertanggung jawab,” harap gubernur yang  juga mantan wakil gubernur ini. (din pattisahusiwa)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments