Minggu, Januari 11, 2026
Google search engine
BerandaBeritaAli Masykur Musa : ISNU-NU Satu Tarikan Nafas

Ali Masykur Musa : ISNU-NU Satu Tarikan Nafas

ISNU Kota Makassar bersama 13 Cabang ISNU se Sulsel

Catatan pelantikan ISNU Kota Makassar, dan 13 cabang ISNU se Sulsel (2)

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Selain meminta para intelektual muda yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Nadhlatul Ulama (ISNU) baik di Kota Makassar, maupun di kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan bertransformasi, Ketua Umum Pengurus Pusat ISNU, Dr.Ali Masykur Musa,M.Si,M.Hum juga meminta manifestasi dari peran dan misi yang harus dipertanggungjawabkan setiap pengurus ISNU di manapun dia berada.

Misalnya, menyangkut himayatuddin (peran keagamaan), himayatul ummah (peran keumatan)—yakni melindungi umat dari praktek-praktek kehidupan umat yang dilarang dalam Islam–, dan himayatud daulah (peran kebangsaan).

“Ketiga peran penting ini harus tertanam dalam setiap individu nahdliyin, di tengah keberagaman Indonesia,” ujarnya di sela sela pelantikan Pengurus Cabang ISNU Kota Makassar diketuai Dr.Ir.Musdalifah A Machmud,M.Si dan jajarannya, serta 13 pengurus cabang  ISNU se Sulsel di Sandeq, Claro Hotel Makassar, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Ketua ISNU Pusat (tengah) bersama Ketua Panitia Pelantikan, serta Wakil Rektor II UIN

Khusus kepengurusan ISNU Makassar yang dilantik bersama 13 pengurus cabang se Sulsel, yakni Maros, Barru, Parepare, Pinrang, Wajo, Sinjai, Jeneponto, Bulukumba, Selayar, Luwu Timur, Enrekang, serta Soppeng, terdiri dari pelindung (AGH,Dr.Baharuddin,SH,MS), penasehat, dewan ahli, ketua (Dr.Ir.Musdalifa Mahmud,M.Si bersama 14 wakil ketua), Sekretaris (Ir.Fadli Rahman,ST,MT bersama 4 wakil sekretaris). Sebelumnya Sekretaris adalah Dr.Jamaluddin Iskandar,M.Pd—tetapi meninggal.

Bendahara (H.Nasran Mone,S.Ag,M.Si bersama 3 wakil bendahara), dan seksi seksi yakni keorganisasian studi dan pendidikan (koordinator, Dr.Nursetiawati,S.Ag,M.Ag dan 9 anggota), media dan humas (koordinator Andy,S.Pd,M.Pd.i dan 6 anggota), ekonomi (koordinator Abd.Syukur,SE,M.si dan 5 anggota), hukum (koordinator, Amiruddin Aminullah,S.Ag,M.Hi dan 3 anggota, kemasyarakatan (koordinator Lukma Sanusi,S.sos dan 6 anggota), serta kesekretariatan data dan informasi (koordinator, Ahmad Najib,S.Ag  dan 5 anggota).

Kepengurusan ISNU Kota Makassar ini  tertuang dalam Surat Keputusan  (SK) no 57/SK/PP-ISNU/IV/2019,  ditandatangi Dr.Ali Masykur Musa,M.SI,M.Hum dan  Muh.Kholid Syeirazi,M.Si, masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekum ISNU, 5 April 2019.

Ali Masykur Musa menyebutkan, selain mengemban peran sebagai himayatul ummah, ISNU juga memiliki misi khidmatul ummah (berkhidmat pada ummat), dan shodiqul hukumah, atau mitra dengan pemerintah, atau mengarahkan pemerintah berkenaan dengan aspek-aspek sosial keagamaan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tiga himayatul itu betul dimiliki kaum nahdliyin. Karena, mereka memiliki kedalaman berpikir, keteguhan, hingga kedalaman marwah. Dan, yang lebih penting punya adab, tidak mengkafirkan manusia lain, sikap rendah hati, hingga mengubur sifat sombong.

 Dalam kehidupan sehari haripun, Ali Masykur meyakini, ISNU demikian sederhana, baik dalam hubungan kepada Allah, maupun dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Baik manusia, hewan, tumbuhan, dan lainnya. Dari sinilah, bangsa ini aman dan damai, dari ronrongan pihak lain.

Ketua ISNU Pusat dan Wakil Rektor II UIN bersalaman

Mengapa? Ya, karena ISNU dan NU memiliki konstribusi, termasuk didalamnya terus membumikan Islam nusantara. Islam yang rahmatan lil alamin.

Islam nusantara atau model Islam Indonesia adalah, istilah untuk menyebut wujud empiris Islam yang dikembangkan di Indonesia. Istilah ini diperkenalkan dan digalakkan oleh NU pada 2015, sebagai bentuk penafsiran alternatif masyarakat Islam global yang selama ini selalu didominasi perspektif Timur Tengah — misalnya Wahabisme.

Akar Islam nusantara dapat dilacak setidaknya sejak abad ke-16, sebagai hasil interaksi, terhadap ajaran dan nilai-nilai Islam universal, yang sesuai dengan realitas budaya Indonesia. Makanya,  Islam nusantara didefinisikan sebagai penafsiran Islam yang mempertimbangkan budaya dan adat istiadat lokal di Indonesia dalam merumuskan fikihnya.

Bersama Rektor UIM

Islam yang sesuai dengan realitas sosio-kultural Indonesia.  Dimana setidaknya ada 4 ciri pendukung, yakni tasamuh, tawasun, tawasut, dan ta`Adul. Tasamu adalah, sikap yang saling toleransi antar agama, suku, maupun budaya. Artinya Islam nusantara tidak memandang rendah terhadap suku, bangsa, agama, tetapi malah Islam nusantara merangkul, menghormati, memelihara dan melestarikan budaya lokal.

 “Karena itulah, ISNU dan NU disatupadukan dalam satu tarikan nafas, tidak boleh dipisah pisahkan. Baik ISNU, maupun NU memang yang menjaga agama, apalagi agama yang rahmatan lil alamin. ISNU, maupun NU selalu berwawasan Islam moderat, memiliki wawasan kebangsaan, tidak pernah terbesit sedikitpun tentang hilafah.  Makanya,  negara ini selalu aman,” tegas Gus Ali—sapaan akrab pria ganteng kelahiran Tulungagung, Jawa Timur, 12 September 1962 ini.

ISNU Makassar

Di bagian lain, Ali Masykur Musa menyebutkan, sampai kapanpun Indonesia selalu membutuhkan kaum nadhaliyin.  Dibutuhkannya jajaran NU sangat jelas, bukan saja saat ini saja, melainkan jauh sebelum kemerdekaan. Sebut saja, ada revolusi jihad, ada perlawanan menumpas PKI, ada pula perdebatan-perdebatan di BPUPKI dan PPKI pada tahun 1945.

Malah, yang lebih penting  sebelum Indonesia berdiri, NU telah memberikan status negara dan wilayah nusantara dari sudut pandang agama Islam, yaitu pada muktamar NU tahun 1936 di Banjirmasin.

Pendangan NU saat itu, Indonesia (ketika masih dijajah Belanda) adalah Darul Islam. Kata Darul Islam di situ bukanlah sistem politik ketatanegaraan, tetapi sepenuhnya istilah keagamaan (Islam), yang lebih tepat diterjemahkan wilayah Islam. Namun sejak muktamar NU di Banjarmasin itulah, dicetusklan kalau nantinya merdeka, maka  Indonesia bukan negara agama, melainkan darussalam—atau negara yang damai. Dimana, semua adalah saudara, meskipun berbeda suku, bahasa dan agama sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika.

Peserta

“Tetapi, sayangnya, terkadang kadang negara lupa, dan tidak memikirkan NU,” ujar Wakil Ketua Komisi IX (Bidang Perencanaan Pembangunan dan BUMN) DPR-RI tahun 2003–2004 ini, seraya mengajak, seluruh komponen NU, khususnya ISNU siap memasuki dunia profesional diberbagai bidang yaitu siap mengisi seluruh jabatan-jabatan teknokrasi dan profesionalitas pada pemerintahan, korporasi, dan bisnis. Tentunya ditandai dengan disiplin, komprehensif, konsisten, inspiring dan senantiasa beradaptasi dengan perubahan, hal ini sesuai dengan kaidah almukhafadhotul ala qodimissholih, wal ahdzu bil jadidil ashlah.

Seperti diketahui, ISNU adalah organisasi yang merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama. ISNU berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada kelompok sarjana dan kaum intelektual. Didirikan di Surabaya pada 19 November 1999, ISNU baru ditetapkan sebagai Badan Otonom NU pada Muktamar ke-32 NU di Makassar tahun 2010. Sebagai wadah sarjana NU, keanggotaan ISNU meliputi seluruh sarjana NU atau orang yang dianggap berjasa kepada NU. (din pattisahusiwa-tim media dan humas ISNU Makassar-bersambung)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments