Selasa, Januari 13, 2026
Google search engine
BerandaBeritaNENGSI : JKN-KIS PENYELAMAT BUAH HATI SAYA

NENGSI : JKN-KIS PENYELAMAT BUAH HATI SAYA

Makassar, Inspirasimakassart.com:

Setelah melalui proses melahirkan yang melelahkan, seorang ibu tentunya tak sabar ingin segera memeluk sang buah hati. Namun terkadang karena beberapa alasan, ibu tidak bias langsung bertemu dengan bayinya.

Ada kalanya, bayi harus masuk ke incubator terlebih dahulu untuk menjalani perawatan. Tidak bias dipastikan berapa lama bayi perlu dirawat dalam incubator, karena tergantung dengan kondisi serta masalah yang dialaminya. Akan tetapi pada dasarnya, perawatan di dalam incubator bertujuan agar bayi mendapatkan pengawasan, serta penanganan secara intensif.

Nengsi Serawati (28) ibu muda dengan satu orang anak ini merupakan peserta dari segmen PBI, Ia bercerita tentang pengalamannya melahirkan, hingga bayinya harus dirawat dalam incubator dengan jaminan JKN-KIS, Jumat (25/02).

“Saya mengalami kontraksi, tapi tidak begitu dihiraukan karena dipikir masih ada seminggu lagi baru tanggal melahirkannya. Sempat keluarkan air ketuban tapi saya kira itu hanya rembesan buang air kecil di celana saja, memang usia kehamilan saya waktu itu sudah cukup tapi karena belum berpengalaman hamil jadi tidak tau kondisi yang harus dikhawatirkan itu bagaimana,” kenang Nengsi.

“Nanti setelah empat jam muncul sakit melilit di perut sampai pinggang mau lepas rasanya, suami langsung bawa saya ke IGD rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit dokter langsung menindaki karena pembukaannya sudah lengkap. Hanya jalan lahirnya agak susah jadi proses persalinan menunggu posisi bayi turun dijalan lahir. Alhamdulillah bayi lahir selamat tapi kata dokter dan perawat bayinya harus segera di incubator karena trauma lahir dan oksigennya kurang,” ucap Nengsi.

Setelah dilahirkan, bayi tidak bias lagi hanya bergantung kepada ibu seperti ketika masih berada di dalam kandungan. Setelah melalui proses persalinan, bayi harus segera beradaptasi dengan lingkungan baru dan mulai menggunakan organ dalam tubuhnya secara mandiri.

Sayangnya, tidak semua bayi terlahir dengan kondisi sehat dan siap beradaptasi dengan cepat. Sebagian di antaranya memerlukan pertolongan medis. Inkubator menawarkan informasi tentang tanda vital bayi, dan dirancang untuk memberikan ruang yang aman dan terkendali bagi bayi untuk hidup, sambil menunggu organ vitalnya berkembang.

Inkubator bayi menyediakan lingkungan yang dapat disesuaikan untuk memberikan suhu yang ideal, jumlah oksigen yang cukup, kelembapan, dan cahaya yang tepat. Selain itu, alat ini menawarkan perlindungan dari alergen, kuman, suara yang berlebihan, dan tingkat cahaya yang dapat membahayakan. Kemampuannya untuk mengontrol kelembapan juga memungkinkannya melindungi kulit bayi dari kehilangan terlalu banyak air dan menjadi rapuh atau pecah-pecah.

“Saya dirawat di rumah sakit selama delapan hari dan bayinya juga seminggu saja di dalam inkubator, dokter sudah membolehkan pulang. Saya dan suami kaget ternyata seluruh biayanya gratis ditanggung JKN-KIS. Selama dirawat pelayanannya sangat bagus dokter dan perawatnya ramah, administrasinya juga sangat mudah, tinggal setorkan kartu di bagian pelayanandan waktu pulang, kartu bisa diambil kembali,” lanjutnya.

Nengsi berharap program JKN-KIS dapat terus berlanjut, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, terlebih masyarakat yang kurang mampu sehingga dapat menikmati pengobatan dengan layak tanpa harus berpikir biaya pengobatan.(Ti)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments