
Makassar, Inspirasimakassar.com:
Masyarakat sudah tidak awam lagi dengan penyakit yang satu ini yaitu penyakit usus buntu, usus buntu merupakan peradangan dari apendiks disisi kanan usus besar yang menyerupai umbai cacing. Sejauh ini belum ditemukan apa fungsi usus buntu, sebab manusia tetap dapat hidup tanpa organ ini.
Usus buntu adalah suatu kantung kecil tipis berbentuk seperti jari dengan panjang sekitar 5-10 cm yang menonjol dari usus besar di sisi kanan perut bawah. Karena lokasinya tersebut, gejala paling umum akibat peradangan apendiks adalah nyeri yang hilang timbul di sisi kanan bawah perut. Penyakit usus buntu ini bisa terjadi pada setiap kalangan dan umur, tapi paling sering menyerang di usia 10-30 tahun, dan lebih kerap menimpa pria ketimbang wanita.
Evianti (31) ibu rumah tangga dengan dua anak yang berdomisili di Kecamatan Rappocini ini merasakan besarnya manfaat Program JKN-KIS bantuan pemerintah yang diperolehnya ketika ia menjalani pengobatan dan operasi usus buntu yang dideritanya dahulu dan menceritakan kisahnya tersebut kepada tim Jamkesnews, Kamis (23/12).
“Sering mengalami sakit diperut dan kalau sakitnya muncul kaki sampai terasa keram serta kesemutan, tidak begitu dihiraukan karena saya mengira itu hanya masuk angin biasa. Akibat seringnya diabaikan jadi tidak terobati sampai akhirnya komplikasi dan harus tengah malam masuk rumah sakit akibat nyeri yang tidak bisa lagi ditahan,” tutur Evianti.
Apabila tidak diobati, peradangan pada usus buntu dapat menyebabkan usus buntu pecah dan infeksi, hingga berkembang menjadi penyakit yang serius serta fatal. Pengobatan usus buntu dilakukan melalui pemberian obat-obatan dan hampir selalu membutuhkan operasi pembedahan.
“Setelah menjalani rawat inap semalaman di rumah sakit, dokter memutuskan untuk dilakukan tindakan operasi usus buntu agar tidak terjadi komplikasi, bayangkan harus operasi itu pasti biayanya tidak sedikit. Tapi dokter menjelaskan kalau seluruh biaya operasi dan pengobatan saya akan ditanggungkan ke kartu JKN-KIS yang saya setorkan pada saat di UGD,” lanjutnya.
Dirinya pun menjelaskan pelayanan dan obat-obatan yang diterimanya selama kurang lebih sepekan dirumah sakit pasca operasi usus buntu sangat memuaskan, segala perawatan yang diperolehnya sangat baik dan ramah tidak ada bedanya dengan pasien lainnya meski dirinya penerima bantuan iuran dari pemerintah.
“Begitu keluar dari perawatan semuanya gratis tidak ada yang berbayar, pihak rumah sakit mengembalikan kartu JKN-KIS selepas melaporkan diri di administrasi untuk keluar dari rumah sakit. Bisa Kembali pulih dan tidak ada biaya sepeserpun yang dibebankan kepada pasien JKN-KIS itu sangat luar biasa,” ungkap Evianti.
“Kepada BPJS Kesehatan saya sangat berterima kasih karena dengan adanya program jaminan Kesehatan gratis ini sangat membantu dan memudahkan bagi masyarakat yang kurang mampu seperti yang saya rasakan selama ini. Semoga JKN-KIS ini dapat terus ada untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis agar dapat dirasakan manfaat oleh seluruh kalangan masyarakat,” tutupnya. (Tiara)




