
Makassar, Inspirasimakassar.com;
Layaknya kehidupan berkeluarga pada umumnya dimana kelahiran seorang anak merupakan suatu momen yang sangat dinantikan oleh pasangan suami–istri yang bakal menjadi calon orang tua dari bayi tersebut. Namun momen tersebut sering dibarengi dengan rasa kekhawatiran akan keselamatan dari ibu dan bayi, serta besarnya biaya persalinan, apalagi jika persalinan tersebut tidak secara normal, atau dengan kata lain harus melalui operasi.
Sri Wahyuni (23) ibu muda dengan dua anak ini menceritakan pengalamannya pada saat melahirkan menggunakan kartu JKN–KIS dari segmen PBI-APBN. Dia pun mengemukakan bahwa dirinya sudah merasakan manfaat dari program JKN–KIS ini sewaktu belum menikah, sehingga manfaat dari JKN–KIS sudah sering dirasakannya ketika berobat.
Dirinya menggunakan kartu JKN–KIS setiap kali dibutuhkan terlebih saat kondisi hamil dan pada saat harus menjalani operasi saat melahirkan, serta kontrol rutin penggantian perban setelah melahirkan.
“Alhamdulillah saya sejak gadis telah merasakan besarnya manfaat dari program JKN–KIS bantuan pemerintah ini, tentunya terutama dari segi biaya. Sekeluarga dalam kartu keluarga orang tua seluruhnya dapat JKN-KIS gratis bantuan dari pemerintah. Saya sangat terbantu saat menggunakan kartu JKN–KIS ini terutama dalam hal biaya pengobatan gratis. Prosedurnya pun pada saat akan digunakan tidak terlalu rumit, jikapunya data dan persyaratan yang lengkap. Begitu pun saat akan menggunakan kartu JKN– KIS di rumah sakit melahirkan kemarin, cukup mengikuti procedural pelayanannya saja dan melengkapi beberapa data serta menyetorkan kartu, semuanya mudah dan tidak dipersulit sama sekali,” jelasnya, Kamis, 23 Desember 2021.
Sri mengungkapkan bagaimana pelayanan yang diberikan padanya sewaktu menggunakan kartu JKN–KIS. Menurutnya saat dirawat di rumah sakit pelayanan yang ia dapatkan sangat bagus baik dari sisi tindakan medis maupun obat–obatan yang diterimanya. Iapun mengutarakan adanya kemudahaan ketika berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan pada saat mendapatkan rujukan ke rumah sakit. Sama halnya saat berobat di rumah sakit di mana pengurusan administrasi pelayanannya sangat mudah dan gampang diperoleh, seluruhnya dimudahkan tidak ada yang rumit serta perawat dan dokternya sangat ramah.
Menutup perbincangan Sri mendukung program JKN-KIS ini yang dianggapnya telah sangat membantu dan melengkapi hidupnya karena dirinya saat ini belum mampu untuk membayarkan iuran kepesertaan secara mandiri. Dirinya sudah berulang kali merasakan besarnya manfaat dari program JKN–KIS.
“Adanya JKN–KIS ini begitu berarti pemerintah sudah beramal dengan membantu masyarakat yang kurang mampu seperti saya saat membutuhkan biaya pengobatan,” ungkap Sri.(Ti)




